IKATAN SARJANA KELAUTAN INDONESIA Submission

IKATAN SARJANA KELAUTAN INDONESIA On: Jun 22, 2018 @ 2:04 PM IP: 140.213.0.32 Nama Lengkap: Muhammad Romdonul Hakim Tempat Lahir: Cirebon Tanggal Lahir: 23041988 Jenis Kelamin: Laki-laki Pas Foto: Alamat: Sadang Sari Permai Blok L No. 7 Purwakarta Email: anugerah.hakim@gmail.com Nomor Telepon: 083829123863 Program Studi (S1): Ilmu dan Teknologi Kelautan : Tahun Masuk S1: 2006 Tahun Lulus S1: 2011 Asal Perguruan Tinggi (S1): Institut Pertanian Bogor Pendidikan Terakhir: Master Program Master (S2): Teknologi Kelautan Tahun Lulus: 2016 Asal Perguruan Tinggi: Institut Pertanian Bogor Program Doktor (S3): Tahun Lulus: Asal Perguruan Tinggi: Pekerjaan: Dosen Instansi: Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran Alamat Instansi: Jl. Raya Babakan KM 02, Pangandaran, Jawa Barat Spesialisasi: Pemetaan : Afiliasi / Organisasi yang Digeluti: Himpunan Alumni IPB Wilayah Kerja:...

IKATAN SARJANA KELAUTAN INDONESIA Submission

IKATAN SARJANA KELAUTAN INDONESIA On: Jun 14, 2018 @ 8:59 AM IP: 202.62.16.202 Nama Lengkap: MOHAMAD DAHLAN FOUDUBUN, S.Pi Tempat Lahir: TUAL Tanggal Lahir: 02/15/71 Jenis Kelamin: Laki-laki Pas Foto: Alamat: JL. MUJAIR I, RT.006/RW.09, KEL. PASAR MINGGU, KEC. PASAR MINGGU – JAKARTA SELATAN Email: alan.foud@gmail.com Nomor Telepon: 081388193033 Program Studi (S1): Ilmu dan Teknologi Kelautan : Tahun Masuk S1: 1990 Tahun Lulus S1: 1997 Asal Perguruan Tinggi (S1): UNIVERSITAS PATTIMURA – AMBON Pendidikan Terakhir: Sarjana Program Master (S2): Tahun Lulus: Asal Perguruan Tinggi: Program Doktor (S3): Tahun Lulus: Asal Perguruan Tinggi: Pekerjaan: STAF ADMINISTRASI Instansi: LEMBAGA BANTUAN HUKUM & KEMASYARAKATAN (LMR-RI) Alamat Instansi: JL. JEND. BASUKI RACHMAT NO. 53, KEL. RAWA BUNGA, KEC. JATINEGARA – JAKARTA TIMUR, 13350 Spesialisasi: Pendampingan Masyarakat : Afiliasi / Organisasi yang Digeluti: LMR-RI.BPH.NMS Wilayah Kerja: DKI...
Palung Kematian: Pengakuan Para Mantan Pembius Ikan di Selayar

Palung Kematian: Pengakuan Para Mantan Pembius Ikan di Selayar

Jakarta, ISKINDO – Kamaruddin Azis, ketua Bidang Komunikasi, Organisasi dan Ketenagakerjaan DPP ISKINDO bertandang ke kawasan Taman Nasional Taka Bonerate bersama tim Biorock Indonesia dan UNDP Indonesia, (4-6 Juni 2018). Kepada pembaca sekalian, dia membagikan pengalaman para mantan pelaku destructive fishing  — momok bagi kawasan konservasi seluas tidak kurang 200 ribu hektar, di tengah Laut Flores ini. Berikut laporannya. *** Di pertengahan tahun 90-an, kawasan Taka Bonerate adalah surga bagi pembius ikan. Kala itu, kapal-kapal asal Hongkong wara-wiri menyapu perairan atol ketiga terbesar di dunia itu dan menjadi ‘collecting vessel’ untuk ikan-ikan hidup seperti kerapu sunu, Napoleon, lobster. Di tahun-tahun tersebut, hampir semua pulau memiliki tidak kurang 3-5 keramba tampung. Di sinilah para pembius berkedok nelayan pancing dan bubu tindis menjual ikan tangkapannya. Berton-ton ikan hidup dibawa ke luar Selayar, ke Bali, ke Surabaya hingga langsung ke Singapura atau Hongkong. Jika setiap keramba mampu menampung 500 kilo ikan hidup seperti kerapu sunu sebelum dijemput kapal pengangkut, dikirim sebanyak dua kali sebulan maka sekurangnya, 1,5 ton ikan perkeramba, atau 4,5 ton perpulau. Jika ada 5 pulau yang memiliki keramba katakanlah 3 unit maka setiap bulan ada 13,5 ton ikan hidup yang diboyong keluar Selayar. Nilai jual ikan ini di pulau dibanderol Rp. 200 ribu kala itu. Jika ini ditotal maka nilai jual ikan kerapu perbulan dalam kawasan Taka Bonerate sebesar Rp. 27 miliar! Bayangkan nilainya jika ini termasuk pulau-pulau di sekitar Taka Bonerate seperti Bonerate, Jampea, Karompa, Kayuadi hingga Pulau Madu! Nilai ekonomi seperti inilah yang menggoda selera melaut, memancing dan menyelam para nelayan di dalam Taka Bonerate. Yang mengundang selera nelayan-nelayan dari pesisir dan pulau-pulau Makassar, Takalar, Sinjai untuk datang...
Seruan Pakar ISKINDO di Konferensi Terumbu Karang Asia Pasifik ke-4

Seruan Pakar ISKINDO di Konferensi Terumbu Karang Asia Pasifik ke-4

Jakarta – ISKINDO. Keberlanjutan ekosistem terumbu karang Indonesia berada pada titik mengkhawatirkan. Beragam ancaman menjadi penyebabnya, karenanya dibutuhkan solusi dan pendekatan multidisiplin. Hal tersebut mengemuka pada International Conference 4th Asia Pacific Coral Reef Symposium (APCRS) yang berlangsung pada tanggal 4-8 Juni 2018 di Cebu, Filipina. Berikut laporannya. *** Pada konferensi tersebut, La Ode Muh. Yasir Haya, Ph.D, pakar kelautan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang juga dosen Ilmu Kelautan, FPIK Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara menyerukan perlunya perhatian pada ancaman dan dimensi terumbu karang di forum bergengsi tersebut. Dia memaparkan ragam implikasi serta menyerukan kepada stakeholders internasional tentang perlunya solusi pada tata kelola terumbu karang yang lebih baik bagi Indonesia. Di hadapan ratusan peneliti, mahasiswa, praktisi dan pemerhati terumbu karang yang hadir, Yasir menyebut bahwa laju degradasi terumbu karang di Indonesia terus menerus meningkat dan perlu diwaspadai. Dia mencontohkan kondisi terumbu karang di Kepulauan Spermonde terutama di Kabupaten Pangkaje’ne Kepulauan, Sulawesi Selatan. “Degradasi setiap tahunnya diperkirakan sebesar 174 ha sejak tahun 1990-an hingga saat ini dengan nilai kerugian ekonomi rata-rata ditaksir sebesar USD 50.2 juta per tahun,” kata Yasir sebagaimana disampaikannya di konferensi tersebut. Padahal, menurut Yaisr, Spermonde merupakan salah satu lokasi COREMAP fase II, sebuah program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang sejak tahun 1999 namun akar permasalahan serta ancaman terumbu karang belum bisa ditangani dengan baik. Dari hasil penelitian Yasir, ditemukan berbagai sumber ancaman yang sifatnya multi-dimensional threats. “Teridentifikasi 41 jenis ancaman yang menyebabkan penurunan persentase tutupan karang yang berpotensi dan mengganggu kestabilan ekosistem terumbu karang di lautan.  Dari 41 sumber ancaman tersebut, 15 sumber ancaman di antaranya memiliki indeks ancaman tertinggi,” papar Yasir. Dia menyebut beberapa di antaranya adalah pada dimensi...