Bank Sultra Ajak ISKINDO Benahi Bisnis Kelautan dan Perikanan

Ketua ISKINDO dan Depid di penandatanganan MoU (foto: ISKINDO)

ISKINDO – Visi Bank Sultra adalah menjadi bank berdaya saing tinggi dan kuat di Sulawesi Tenggara pada tahun 2024. Untuk mencapainya mereka telah dan akan meningkatkan kemampuan bisnis dan pelayanan, meningkatkan ketahanan kelembagaan serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Kinerja keuangan Bank Sultra per-Desember 2017 cuklup bagus. Total assetnya mencapai 6,1 triliun, dan modal inti 826 miliar, Bank Sultra telah membukukan laba bersih hingga 185 miliar di 2017.

Jumlah pinjaman yang telah diberikan mencapai 4,6 triliun sementara NPL gross sebesar 1,84%, ROI atau return on asset mencapai, 3,92% sementara ROE atau return on equity mencapai 22,64%.

Informasi portofolio bank plat merah daerah ini terungkap di rapat kerja nasional Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) di Kota Kendari, (30/3).

“Tahun 2016 realisasi kredit kita mencapai Rp. 3.5 Triliun  sedang tahun 2017 naik mencapai Rp. 4.6 Triliun sementara untuk tahun 2018 Tahun 2018 Rp. 5.1 Triliun ,” kata Depid, direktur pemasaran PT Bank Pembangunan Daerah Sultra saat dipanel dengan Rektor Haluoleo, Prof Zamrun dan Bupati Konawe Utara Dr. Ruksamin.

Sayangnya, dari total kredit di tahun 2017 sebesar 4.611 M, yang masuk kredit produktif 279 M sedangkan konsumtif mencapai 4.332 M.

“Ini relatif kecil jika dibandingkan dengan ketentuan portofolio kredit produktif sesuai POJK nomor 6/POJK.03/2016 Bank kategori BUKU 1 adalah sebesar 55% dari total kredit,” aku Depid.

Berdasarkan data yang diperoleh Bank Sultra total penyaluran kredit sektor kelautan dan perikanan secara nasional tahun 2017  sebesar Rp 11,3 T dengan NPL Sebesar Rp. 302 M (2,68%).

“NPL lumayan besar,” kata Depid.

“Khusus untuk Sultra, realiasasi kredit untuk sektor kelautan dan perikanan tahun 2016 sebesar Rp 3,868 miliar (0,11%) sementara untuk tahun 2017 sebesar Rp 4,251 miliar atau 0,09%,” tambahnya.

Ajak ISKINDO

Menurut rilis Depid, kredit perikanan yang berstatus macet dan hapus buku di 2017 mencapai nilai Rp. 1.804 miliar atau 42,44%.

Terkait kegagalan beberapa usaha perikanan, Depid mengutip penyataan Menteri Susi yang mengatakan bahwa rata-rata nelayan yang kreditnya bermasalah dipengaruhi oleh faktor kultur.

“Mungkin permasalahan kulturnya dibina, itu mungkin lebih mudah nantinya,” kutipnya.

Berdasarkan observasi dan analisis tim Bank Sultra, Depid menyebut bahwa ada beberapa penyebab minimnya kredit perbankan pada sektor kelautan dan perikanan yang perlu dibenahi.

“Yang pertama faktor SDM perbankan yang belum terlalu memahami karakter bisnis kelautan dan perikanan. Kedua tingginya risiko bisnis pada sektor kelautan dan perikanan serta pengelolaan bank yang memang mengedepankan prinsip prudential atau kehati-hatian,” paparnya.

“Untuk tahun 2018, rencana penyaluran kredit sektor perikanan 10,920 miliar,” imbuhnya.

Beberapa strategi yang akan ditempuh untuk menyukseskan rencana tersebut adalah mislanya dengan bersinergi pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan, OJK, BI, Dinas DKP Provinsi, Kabupaten/Kota dan ISKINDO.

“Kami telah ke Jakarta dan berkonsultasi dengan KKP terkait strategi di sektor kelautan dan perikanan ini, mencari tahu mengapa banyak kredit yang macet, termasuk dengan ISKINDO ini,” ujar Depid di depan tidak kurang 50 peserta pembukaan Rakernas.

“Yang kedua bekerjasama dengan investor dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, penyediaan skim kredit khusus perikanan kelautan dan melakukan edukasi kepada nelayan dan pelaku usaha kelautan perikanan melalui pilot project kerjasama dengan berbagai pihak,” lanjutnya.

Dia mengatakan bahwa fasilitas kredit yang diperuntukan kepada perorangan, khusus diberikan untuk membiayai kebutuhan nelayan yang bergerak di bidang usaha perikanan tangkap dan perikanan budidaya, dalam bentuk kredit modal kerja dan/atau kredit investasi.

“Kerjasama dengan ISKINDO ini adalah satu upaya kami memperbaiki kemampuan kredit di sektor kelautan dan perikanan,” pungkas Depid.

Isi MoU

Menanggapi harapan Bank Sultra tersebut, Ketua DPP ISKINDO, M. Zulficar Mochtar mengatakan  bahwa pihaknya telah menyiapkan Memorandum of Understanding terkait strategi untuk membantu Bank Sultra sebagai bukti nyata komitmen ISKINDO membantu akselerasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

“Di MoU tersebut meliputi penyelenggaran kegiatan pelatihan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Sarjana Kelautan Indonesia dan masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha sektor kelautan,” katanya.

Yang kedua, lanjut Zulficar adalah melakukan edukasi kepada masyarakat dalam rangka pengelolaan keuangan dan akses permodalan pada perbankan. Lalu menyediakan Skim kredit khusus dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.

“Termasuk di dalamnya bersama-sama menyiapkan data terkait potensi dan jumlah masyarakat/pelaku usaha yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan. Juga mendorng kegiatan penelitian sosial dan ekonomi kelautan di wilayah Sulawesi Tenggrara,” kunci Zulficar.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *