Seruan Pakar ISKINDO di Konferensi Terumbu Karang Asia Pasifik ke-4

Seruan Pakar ISKINDO di Konferensi Terumbu Karang Asia Pasifik ke-4

Jakarta – ISKINDO. Keberlanjutan ekosistem terumbu karang Indonesia berada pada titik mengkhawatirkan. Beragam ancaman menjadi penyebabnya, karenanya dibutuhkan solusi dan pendekatan multidisiplin. Hal tersebut mengemuka pada International Conference 4th Asia Pacific Coral Reef Symposium (APCRS) yang berlangsung pada tanggal 4-8 Juni 2018 di Cebu, Filipina. Berikut laporannya. *** Pada konferensi tersebut, La Ode Muh. Yasir Haya, Ph.D, pakar kelautan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang juga dosen Ilmu Kelautan, FPIK Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara menyerukan perlunya perhatian pada ancaman dan dimensi terumbu karang di forum bergengsi tersebut. Dia memaparkan ragam implikasi serta menyerukan kepada stakeholders internasional tentang perlunya solusi pada tata kelola terumbu karang yang lebih baik bagi Indonesia. Di hadapan ratusan peneliti, mahasiswa, praktisi dan pemerhati terumbu karang yang hadir, Yasir menyebut bahwa laju degradasi terumbu karang di Indonesia terus menerus meningkat dan perlu diwaspadai. Dia mencontohkan kondisi terumbu karang di Kepulauan Spermonde terutama di Kabupaten Pangkaje’ne Kepulauan, Sulawesi Selatan. “Degradasi setiap tahunnya diperkirakan sebesar 174 ha sejak tahun 1990-an hingga saat ini dengan nilai kerugian ekonomi rata-rata ditaksir sebesar USD 50.2 juta per tahun,” kata Yasir sebagaimana disampaikannya di konferensi tersebut. Padahal, menurut Yaisr, Spermonde merupakan salah satu lokasi COREMAP fase II, sebuah program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang sejak tahun 1999 namun akar permasalahan serta ancaman terumbu karang belum bisa ditangani dengan baik. Dari hasil penelitian Yasir, ditemukan berbagai sumber ancaman yang sifatnya multi-dimensional threats. “Teridentifikasi 41 jenis ancaman yang menyebabkan penurunan persentase tutupan karang yang berpotensi dan mengganggu kestabilan ekosistem terumbu karang di lautan.  Dari 41 sumber ancaman tersebut, 15 sumber ancaman di antaranya memiliki indeks ancaman tertinggi,” papar Yasir. Dia menyebut beberapa di antaranya adalah pada dimensi...
ISKINDO dan Belantara Foundation Gelar Bimtek Penyusunan ‘Blended Financing’

ISKINDO dan Belantara Foundation Gelar Bimtek Penyusunan ‘Blended Financing’

Jakarta, ISKINDO. ISKINDO berkepentingan dalam meningkatkan kapasitas alumni, sarjana Kelautan dan pihak-pihak yang bekerja pada program-program konservasi. Hal tersebut dibuktikan dengan menggelar bimbingan teknis ‘Penyusunan Blended Financing’ di Jakarta pada 21-22 Mei 2018. Acara dibuka oleh Ketua Harian Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia, M Abdi Suhufan kemudian dilanjutkan dengan presentasi “Potensi blended financing dalam mendanai kegiatan-kegiatan di sektor kelautan perikanan, khususnya terkait pengelolaan sampah” oleh Sri Mariati, Belantara Foundation dan dilanjutkan ke diskusi. Beberapa informasi yang diperoleh dari lokalatih tersebut adalah pentingnya mengidentifikasi Return of Investment dari pelaksanaan kegiatan bagi mitra penyedia dana. Selain, itu, perlunya memanfaatkan kekuatan ISKINDO yaitu ketersediaan ahli kelautan dan sebaran DPW di 16 provinsi. Menurut Sri, untuk identifikasi potensial donor dapat dilakukan berdasarkan data sampah yang ada di lapangan, ataupun pihak lain yang memiliki ketertarikan terhadap lokasi atau isu. Dia juga mengatakan bahwa bentuk pendaanan dapat berupa crowdfunding oleh beberapa pemberi dana, filantrofi oleh satu atau lebih pemberi dana, dan pendanaan untuk institutional. “Tipe dari blended financing dapat berupa co-financing, equity financing, debt financing,” kata Sri. Pada situasi itu, menurut Sri, ISKINDO dapat berperan sebagai penyusun program usulan dan collector dana untuk kemudian melakukan pennyalurkan ke pelaksana. Jenis program yang memiliki value yang beragam mempunyai daya tarik lebih. “Contoh pilot project pembakaran sampah menghasilkan asam cuka untuk pestisida alam/penjernih karet serta pengawet ikan yang dapat digunakan oleh nelayan,” tambahnya. Kunci utama kegiatan adalah logic kegiatan dalam mengidentifikasi sebab-masalah inti- akibat dari isu yang akan diintervensi menjadi goal-outcome-output-activities Usulan kegiatan harus mengidentifikasi siapa yang merasakan akibat secara jelas. “Akar dari masalah yaitu mengapa masalah terjadi harus terang dipaparkan. Justifikasi tentang mengapa penting memecahkan masalah inti perlu...

Pakar ISKINDO Paparkan Isu Perubahan Iklim dan Spesies Invasif di WCMB Montreal

ISKINDO – Periset Kelautan Indonesia dari IPB yang juga anggota Dewan Pakar ISKINDO, Dr. Hawis Madduppa, S.Pi, M.Si menjadi peserta sekaligus pembicara pada forum strategis ‘The World Conference on Marine Biodiversity (WCMB)’ atau Konferensi Dunia atas Biodiversitas Kelautan ke-4 yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 16 Mei 2018 di Montreal Kanada. Acara 3 atau 4 tahunan tersebut menghadirkan peneliti kelautan terkemuka dan mendiskusikan beragam isu dan solusi kelautan dunia, merefleksikan hasil-hasil penelitian, praktik pengelolaan serta peran biodiversitas dalam menjamin keberlanjutan ekosistem lautan ke depannya. Tahun ini, beberapa pembicara kunci di antaranya Prof. Emma Johnston, Dean of Science, University of New South Wales, Sydney, Australia, Dr. Lindwood Pendleton dari Global Ocean Lead Scientist untuk  World Wide Fund for Nature hingga Dr. Amanda Bates dari University Research Associate Professor, Memorial University of Newfoundland Konferensi tersebut didukung organisasi kelautan ternama Kanada dan dunia, mulai dari Canadian Healthy Ocean Network hingga organisasi sekelas ‘Konvensi atas Konservasi Spesies Fauna Migratory Alam Bebas’. “Tidak kurang 1.200 peserta hadir. Bukan hanya peneliti atau praktisi tetapi juga pengambil kebijakan level dunia. Ada ragam isu dan solusi di sana,” kata Hawis kepada admin ISKINDO. Dr. Hawis yang juga dosen Kelautan di IPB itu memboyong isu perubahan iklim dan keberlanjutan ekosistem terumbu karang Indonesia. Judul makalahnya, ‘Mengungkap Ledakan  Invasif Spesies Sponge dan Ascidian pada Terumbu Karang di Indonesia dengan Menggunakan Pendekatan Genetik. Judul tersebut membungkus hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB yang didanai oleh Kementerian Ristek Dikti melalui skema riset Kerjasama Luar Negeri. Tim terdiri dari Hawis Madduppa, Beginer Subhan, Mustami Yuda Sastris, Muhammad Reza Faizal, Nurlita Putri Anggraini, Januarizka S Pratomo serta...

Struktur Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) 2018-2021

Berikut ini adalah struktur Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia Periode 10`8-2021 sesuai SK No. 004/ISKINDO/III/2018. Dewan Penasehat Dr. Indroyono Soesilo, M.Sc Sarwono Kusumaatmadja Ir. Widi A. Pratikto, MSc, Ph.D Chandra Motik Yusuf, SH, M.Sc Sudirman Saad, SH, M.Hum Ir. Safri Burhanuddin, DEA Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc. Dewan Pakar Ketua            : Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi Wakil Ketua    : Dr. Ir. Munasik, M.Sc Sekretaris      : Darwis Ismail, ST, MMA Anggota         : Dr. Muh. Zamrun F, SSi, MSi, M.Sc Agung Damar Syakti, M.Sc Agus.S. Atmadipoera, M.Sc Bagiyo Suwasono, M.Sc Baru Sadarun, S.Pi., M.Si Christofel Rotinsulu, M.Sc Hawis Maduppa, M.Si Muh Lukman, ST, M.Sc La Ode Muhammad Yasir Haya, ST, M.Si, Ph.D Laksma Rahmat Eko Rahardjo, M.Sc Syafiuddin Yusuf, M.Si Surahman, ST Sri Mariati, M.Sc Syarif Budiman, M.Sc Viv Janat Widodo Pranowo, M.Sc Majelis Pertimbangan Organisasi : Hendra Yusran Siry, M.Sc M. Riza Damanik, M.Si Andreas Dipi, M.Si Badaruddin Andi Picunang, ST, MM, MT, MAP Bibit Mugijana, ST N. Gustaf F. Mamangkey, S.Pi, M.Sc Pengurus Inti Ketua Umum: M. Zulficar Mochtar, ST,  M.Sc Ketua Harian: Mph. Abdi Suhufan Wakil Ketua Umum: Dr. Joko Hartoyo, M.Sc. Wakil Ketua Umum: Verriyanto Madjowa*) Wakil Ketua Umum: Troy Astripratama, ST Sekretaris Jenderal: Syofyan Hasan, S.Pi. M.Si Wasekjen: Mayor Laut (KH/W) Csiska Cerina Wuwung Wasekjen: Awaluddin, ST Wasekjen: Dr. Drama Panca Putra, S.Pi, M.Sc. Bendahara Umum: Kemal Abdurahman Massi, ST, MT Wabendum: Dwi Ajeng Pramesti, S. Kel.   Bidang-bidang: 1.  Riset dan Pengembangan Iptek Ketua       :   Dr.  Muh Ilyas, ST, M.Sc Wakil Ketua:   Terry Kepel, M.Sc Sekretaris  :   Derta Prabuning, S.Kel Anggota    :   Dr. Taruna Mulia, ST, M.Sc Femy Sahami, S.Pi, M.Si Fajar...

ISKINDO Kirim Tim Pasca Tumpahan Minyak di Kaltim

Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) membentuk tim khusus untuk ikut serta mengkaji dampak dan memberi solusi pasca pencemaran minyak di pesisir dan laut Kota Balikpapan dan Penajam Pasir Utara minggu ini. Ketua Harian Iskindo, Muhammad Abdi Suhufan mengatakan bahwa sesuai dengan kompetensinya, tim khsusus ini tak hanya mengkaji tetapi ikut serta menyiapkan aksi lapangan berkaitan mitigasi dan langkah-langkah antisipatif lainnya. “Tujuan spesifiknya mengkaji dan menyiapkan rekomendasi terkait spektrum dampak. DPP dan DPW Iskindo Kaltim telah siap sejak awal bahkan telah ikut bersuara di media. Hari ini (5/4), sebagian anggota tim sudah ada di Balikpapan,” ujarnya. “Sesuai arahan Ketua Umum Iskindo, maka telah dibentuk tim khusus untuk memantau dan mengkaji kasus ini,” imbuhnya. Beberapa anggotanya adalah M. Putrawidjaja, M.Sc (Undip/pencemaran laut), Dr. Gusti Sidemen (ITS/teknik kelautan), Dr. Sakdullah (Undip/ekologi kelautan), Amiruddin (Undip/riset bawah laut), (Muhammad Jufri/pemberdayaan masyarakat), Kamaruddin Azis (Unhas/manajemen pesisir dan laut), Derta Prabuning (Undip/ Terumbu Karang) dan Ketua DPW Kaltim. Dr. Sakdullah yang juga bekerja untuk KLHK, menyatakan bahwa terdapat beberapa dampak yang perlu diwaspadai terkait kasus di Kalimantan Timur itu. “Ekosistem mangrove dan bentik zona intertidal, termasuk biota asosiasinya. Ini dapat mengakibatkan kematian secara masif pada ekosistem mangrove dan biota di dalamnya bila pencemaran minyak tidak tertangani dengan baik,” kata Sakdullah. Sakdullah juga mengatakan bahwa dengan adanya minyak maka kandungan oksigen dalam air akan terbatas dan akan mengganggu kehidupan bawah laut. Produktivitas perairan dan kadar oksigen menurun, ekosistem perairan akan terganggu. “Terganggunya sistem pernapasan biota laut, karena tertutupnya alat respiratorinya, insang pada ikan, paru-paru pada mamalia laut seperti paus, lumba-lumba serta reptil laut seperti penyu,” sebut Sakdullah. “Pada tingkat akut akan menyebabkan kematian biota laut, bila kematian...

Dr. Hawis Madduppa: ISKINDO Bisa Fokus ke Policy Brief Berbasis Keilmuan

(ISKINDO/Kendari) – Dr. Hawis Madduppa adalah Kepala Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan di Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK IPB. Sejauh ini telah terlibat di banyak penelitian seperti keanekaragaman hayati laut, konservasi, ekologi dan biologi ikan laut termasuk genetika populasi. Dia adalah direktur eksekutif di Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI), aktif di pusat unggulan EMBRIO di Institut Pertanian Bogor, peneliti whalesharks, dan aktif terlibat sebagai peneliti keanekaragaman hayati laut di Indonesia yang menggunakan Autonomous Reef Monitoring Structures (ARMS). Hawis adalah juga pengurus Biorock Indonesia, yang bekerja untuk restorasi dan rehabilitasi ekosistem laut di seluruh Indonesia. Hawis juga terpilih menjadi salah satu anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Dr. Hawis saat ini adalah juga anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana  Kelautan Indonesia (ISKINDO). Di acara rapat kerja nasional ISKINDO di Kota Kendari, (30/3), Hawis berbagi perspektif terkait pilihan strategi dan kontribusi anggota dan ISKINDO bagi pembangunan kelautan nasional. Berikut petikannya. “Saya memandang bahwa ISKINDO itu berikat pada latar belakang sarjana kelautan. Jadi tugas kita adalah bagaimana menjelaskan policy brief science based. Yaitu memberikan pandangan terkait kebijakan berdasarkan sains. Kita harus pasang mata, telinga, melihat di masing-masing universitas sekarang apakah lulusan sudah mampu menjawab atau tidak,” jelas Hawis. Menurutnya, hal itulah yang perlu ditelisik lebih jauh. “Karena kita sudah alumni maka kita harus bisa bagaimana membuat policy brief kita ke produk-produk (kelautan perikanan),” katanya. Berdasarkan pengamatan dan kutipan dari kuliah umum, baik yang disampaikan oleh Dirjen, petinggi KKP, termasuk Menteri Susi Pudjiastuti, Hawis menangkap bahwa bagaimana mereka itu berargumentasi dengan harapan agar alumni kelautan bisa fokus. “Fokus pada komoditas unggulan Indonesia, karena masih ada banyak hal yang belum terjawab,” imbuh Hawis yang...