Dr. Munasik:  ISKINDO Perlu Inovasi Hadapi Krisis Lingkungan

Dr. Munasik, kedua dari kanan (foto: ISKINDO/KAZ)

(ISKINDO/Kendari) – Dr. Munasik M.Sc, adalah ahli terumbu karang asal Universitas Diponegoro Semarang. Dia berpengalaman sebagai peneliti terumbu karang dan aktif sebagai pengurus pusat INCRES, Indonesian Coral Reef Society. Di sela pelaksanaan Rapat Kerja Nasional II ISKINDO di Kota Kendari, (30/3), Doktor jebolan Ilmu dan Teknologi Kelautan itu berbagi perspektif tentang bagaimana membangun kelautan Indonesia.

***

Dia bicara tentang bagaimana kampus sebagai wahana akademik dan penggemblengan mahasiswa untuk keluar dari hal-hal remeh temeh, bersifat rutin dan sesungguhnya tak menyelesaikan persoalan.

Menurutnya, saat ini yang perlu dimediasi adalah bertemunya kebutuhan ‘Community dan Government’. Bagaimana memfasilitasinya sehingga memberikan dampak berarti bagi pembangunan nasional.

“Itu yang harusnya menjadi rumus yang nanti akan kita kembangkan ke depan. Bahwa best practices yang akan menjadi bagian laboratorium ISKINDO akan bekerja secara komprehensif, akademisi, businessmen, masyarakat dan pemerintah, dan itu tidak bisa dipisah-pisahkan,” katanya di depan pengurus DPP dan DPW ISKINDO.

Menurutnya, sebagai akademisi, dia melihat bahwa perguruan tinggi masih cenderung bersifat sentralistik, bekerja sendiri-sendiri dan belum optimal dalam memberikan dampak bagi lingkungan masyarakat.

Munasik mengkritisi hal-hal yang bersifat rutin di kampus seperti KKN yang hanya sekadar memenuhi syarat KRS.

“Skripsi pun demikian, KKN, KKL, tugas akhir, baik S1, S2, S3 itu harusnya menjadi satu rangkaian untuk menyelesaikan satu persoalan,” katanya.

Bagi Munasik, kelautan, perikanan, atau maritim tidak bisa dilihat sebagai satu sektor tetapi bagaimana berorientasi dan berinovasi pada misalnya, terkait pengelolaan produk perikanan tangkap.

“Sebut saja produk, sebutlah produk rajungan,” imbuhnya.

“Untuk itu, nanti ke depan, yang penting saat ini adalah kita menyadari bahwa kita menghadapi satu krisis lingkungan. Seperti sampah laut atau pencemaran. Ini juga akan kita jadikan satu topik bahasan di ISKINDO,” terang Munasik.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *