ISKINDO Marine Policy Corner: Potensi Sosial Perangi Sampah Sangat Besar

ISKINDO Marine Policy Corner: Potensi Sosial Perangi Sampah Sangat Besar

Jakarta, ISKINDO – Sampah plastik di laut Indonesia kini menjadi masalah yang masih terus dicarikan solusinya. Walaupun sejumlah regulasi dan program Pemerintah telah dikeluarkan, upaya pengurangan sampah plastik mesti dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan sektor swasta.

Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah dengan kampanye penyadaran masyarakat agar mengurangi sampah plastik dari sumbernya terutama dari pemukiman dan sampah komersial.

Selain itu, pelibatan sektor swasta yang lebih intensif mesti dilakukan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalah melalui skema pendanaan blended financing.

Demikian benang merah dari diskusi tentang sampah plastik yang dilakukan oleh Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dengan tema potensi gerakan sosial dan pendanaan alternatif dalam pengurangan sampah plastik.

ISKINDO Marine Policy Corner dilakukan di Jakarta pada jumat, 7 desember 2018. Acara ini menyambut ekspedisi Pinisi Bakti Nusa yang akan berlayar mengelilingi Indonesia pada tanggal 15 Desember nanti.

Peneliti sampah plastik ISKINDO, AY Fauzan mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, volume sampah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu mencapai 500 m3/bulan.

“Sampah sebanyak itu sebagian besar dihasilkan oleh rumah tanggah dan kemudian menjadi problem karena ruang untuk kelola sampah di pulau kecil sangat terbatas,” jelas Yasser.

Suasana diskusi

Penelitian terebut juga mengungkap bahwa sampah yang mengapung di Teluk Jakarta berasal dari daratan.

“Ini mengindikasikan bahwa kita gagal mengelola sampah di daratan,” ucap Yasser.

Oleh karena, kata Yasser, untuk mengatasi hal tersebut, selain pendekatan teknis dibutuhkan pendekatan sosial kepada masyarakat agar terjadi perubahan paradigma berpikir oleh warga.

“Perlu kampanye agar masyarakat pulau sadar bahwa laut bukan tempat buang sampah dan laut akan menderita jika terus menjadi tempat pembuangan,” katanya.

Sementara itu, team leder Clean Up Day Indonesia, Agustina Iskandar mengatakan bahwa potensi gerakan sosial di Indonesia untuk menangani sampah sangat besar.

“Aksi gotong royong yang kami lakukan tanggal 15 Septmber 2018 lalu melibatkan 7,6 juta relawan dan berhasil mengumpulkan sampah dalam satu hari aksi serentak di 34 provinsi sebanyak 14.866.803 kg,” terang Agustina.

Abdi Suhufan (berdiri)

Gerakan sosial seperti Clean Up Day Indonesia merupakan tools komunikasi yang mempersatukan semangat dan jiwa kerelawanan bangsa Indonesia. Agustina berharap agar peran swasta melalui pendanaan blended financing bisa lebih luas di adopsi oleh swasta terutama perusahaan yang menghasilkan sampah plastik

Perwakilan PT Pelni yang hadir dalam diskusi tersebut, Simon mengatakan bahwa pimpinan PT Pelni memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung pengelolaan sampah yang baik oleh kapal-kapal pelni.

“Pimpinan Pelni telah meneken semacam komitmen pakta intergritas untuk hal ini dan telah mengambil tindakan tegas berupa grounded  bagi awak kapal Pelni yang terindikasi membuat sampah di laut dan menjadi viral beberapa waktu lalu,” tegas Simon.

Agustina Iskandar dari Clean Up Indonesia (dok: istimewa)

Ketua harian ISKINDO, Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa ISKINDO mempunyai concern pada isu sampah plastik dan akan segera menyusun rencana aksi yang inovatif untuk berkontribusi bagi program nasional pengurangan sampah plastik.

“Kami akan segera menyusun proposal program bersama dengan komunitas dan unsur masyarakat sipil agar aksi yang selama ini ada bisa lebih sinergis,” katanya.

ISKINDO juga akan melakukan evaluasi dan review terhadap keberadaan UU 18/2018 tentang Pengelolaan Sampah.

“Secara internal, ISKINDO memiliki kelompok dewan pakar yang akan segera mengkaji dan mengeluarkan rekomendasi tentang kebijakan dan program persampahan nasional, terutama sampah plastik di laut yang selama ini belum efektif implementasinya,” pungkas Abdi. (KAS)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *