PELAYARAN PERDANA

Komitmen Berhimpun untuk Akselerasi Pembangunan Kelautan. Tanggal 8 Juni 2015, bertepatan dengan Hari Kelautan Sedunia (World Ocean Day), jejaring alumni kelautan dari 16 (enam belas) perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH) berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta dalam sebuah Simposium Kelautan dilanjutkan dengan menyelenggarakan Kongres I ISKINDO. Kongres ini akhirnya mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO). Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Lihat Lampiran 1: Hasil Kongres I ISKINDO)

Perangkat Organisasi dan Struktur. Kongres I ISKINDO yang berjalan secara sederhana, penuh semangat dan kekeluargaan yang tinggi tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan fundamental: (i) Menyepakati berbagai perangkat organisasi penunjang pembentukan ISKINDO; (ii) Memberi mandat kepada M. Zulficar Mochtar, ST, M.Sc sebagai Ketua Umum ISKINDO periode 2015-2017; (iii) Menetapkan anggota tim Formatur membantu Ketua Umum diantaranya Dr. Riza Damanik, Hendra Yusran Siry, Ph.D, Agus Ajar Bantung, ST, M.Si, Bibit Mugijana, dan Dr. Gusti Sidemen yang selanjutnya akan merampungkan berbagai format dan kerangka operasional ISKINDO. Sebelumnya, sebagai rangkaian dari Simposium dan Kongres I ISKINDO tersebut, forum menetapkan Ibu Dr. Chardra Motik, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, Dr. Sudirman Saad, SH, M.Hum dan Yugi Prayanto, selaku bagian dari Dewan Pembina ISKINDO. (Lihat Lampiran 2. Susunan Pengurus ISKINDO)

Akselerasi Pembangunan Kelautan. ISKINDO diharapkan dapat menjadi wadah bergerak, berkarya dan berjuang bersama alumni kelautan di seluruh Indonesia untuk mengisi gap dan mengakselerasi pembangunan kelautan yang lebih efektif dan optimal. Dibutuhkan struktur, komposisi dan strategi bergerak organisasi yang efektif yang bisa memadukan antara keterwakilan alumni di berbagai daerah, keterwakilan isu dan persoalan fundamental kelautan, dan keterwakilan kapasitas keilmuan kelautan yang dimiliki oleh alumni kelautan se-Indonesia.

Sinergi dan Bekerja bersama Organisasi, lembaga lain. Isu dan persoalan kelautan terlalu luas dan kompleks untuk dikawal dan diantisipasi satu atau beberapa institusi saja. Tidak mungkin bisa dilakukan. Semakin ramai, semakin banyak, dan semakin beragam bentuk dan jenis kelembagaan dan stakeholders yang mengawalnya, semakin efektif. Sehingga ISKINDO tidak diproyeksikan untuk bersaing dengan kelembagaan lainnya, dan tidak pula diarahkan untuk menjadi alat untuk melakukan politik praktis. ISKINDO justru diharapkan bisa bersinergi dan bekerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah, swasta, komponen masyarakat, perguruan tinggi dan sebagainya untuk memberi manfaat yang lebih besar dan mendorong sekuat tenaga, agar pembangunan kelautan dapat berjalan dalam kerangka yang rasional, strategis dan efektif.

Keanggotaan ISKINDO. ISKINDO diharapkan dapat terus bergulir dalam menjalin, menggalang, dan menghimpun berbagai Sarjana Kelautan dari berbagai bidang di perguruan tinggi kelautan di Indonesia, dan selanjutnya bersama-sama menuangkan gagasan, pokok pikiran, berkontribusi, dan ikut memberikan andil aktif yang signifikan bagi pembangunan kelautan Indonesia, dan mendorong terwujudnya Indonesia sebagai negara Maritim yang Mandiri, Berdaulat dan Sejahtera.