Update Bakti Peduli Kemanusiaan ISKINDO dari Palu

Update Bakti Peduli Kemanusiaan ISKINDO dari Palu

PALU, ISKINDO. Koordinator Bidang Komunikasi, Informasi dan Ketenagakerjaan ISKINDO, Kamaruddin Azis berada di Kota Palu sejak tanggal 11 Oktober 2018. Tujuannya untuk mengumpulkan data dan informasi pasca bencana di Sulawesi Tengah. Berikut ini laporannya setelah bertemu Koordinator misi Pinisi Bakti Moh. Abdi Suhufan di di Wisma Alam Raya, Kota Palu, (11/10).

Menurut Moh. Abdi, hingga hari ke-6, Bakti Peduli Kemanusiaan Ekspedisi Pinisi berjalan sesuai rencana. Kapal pinisi tiba di pelabuhan Wani Donggala pada hari Selasa, 9/10/2018. 

“Pinisi langsung melakukan proses bongkar muatan dan pengangkutan bantuan ke posko induk di Wisma Alam Raya Palu. Proses bongkar muat selesai pada hari Rabu, tanggal 10 Oktober. Relawan berkumpul di posko jam 23.00 wib,” paparnya.

Menurutnya, distribusi bantuan dalam logistik serta pakaian dilakukan pada 3 titik utama yaitu Pantai Barat,  Lasuangi dan Silabaya. “Hingga tanggal 11 ini, bantuan telah terdistribusi hingga 60% dari yang dibawa via pinisi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa selain itu, posko induk telah mendistribusikan bantuan melalui jaringan relawan lokal Sigi, Palu dan GP Ansor.

“Ada sekitar 40 paket bantuan yg terdistribusi. Dapur umum mendistribusikan 1000 pax nasi bungkus di Saribaya, Lasuangi dan Pantai Barat,” jelas Abdi.

Dia juga melaporkan tentang pengumpulan data dengan menggunakan drone. “Pengambilan data drone dilakukan di kota Palu dan desa Silabaya.  Di desa Silabaya diperkirakan 60 rumah hancur dan jumlah  pengungsi 70 KK yg ditampung pada 10 tenda pengungsian,” jelasnya.

Pada hari Jumat ini direncanakan akan dilanjutkan dengan kegiatan  pembukaan dapur umum untuk 1000 orang. “Juga akan diteruskan dengan distribusi logistik pada 2 lokasi, pengambilan data drone dan layar tancap di desa Silabaya,” sebut Abdi.

Kapal pinisi direncanakan akan bertolak dari pelabuhan Wani pada hari Sabtu, (13/10) pukul 07.00 wib.

“Kapal akan menuju pelabuhan Pangkep, Sulawesi Selatan. Mewakili ISKINDO dan YMS kami berterima kasih kepada tim relawan dan pubik yang telah ikut membantu, juga kepada para pihak di Kota Palu dan Donggala yang telah memudahkan misi ini,” kata Abdi.

Sementara itu, Farid Indrastata, salah seorang relawan melaporkan pemberian bantuan di Desa Alindau, Kecamatan Sindau Tobata, pesisir barat.

“Kondisi malam di desa Alindau sangat gelap akibat listrik lumpuh total. Sementara data dari perangkat desa, 670 KK dan 2416 jiwa yang terdiri dari 6 titik posko. Kebanyakan pengungsi bertahan di posko dan sebagian banyak mengungsi ke kota lain,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa ada 4 orang korban jiwa, 3 balita meninggal saat kejadian dan 1 ibu dalam kondisi kandungan meninggal di poako pengungsian. “Rumah yang rubuh sebanyak 34 rumah,” sebutnya. Demi itu pula, bantuan via ISKINDO dan YMS disalurkan ke daerah tersebut.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *